Kami,  kaum  kafir,  ternyata  masih  diberikan  kesempatan  oleh  Tuhan  untuk menikmati  indahnya  dunia.  Untuk  menyaksikan  betapa  ia  mampu  membuat mahakarya  yang  bahkan  bagi  kami, manusia,  belum  tersentuh  logika. Ketika Annika Weyer,  seorang  sahabatku  di Ghetto  Jerman  beberapa  kali  bertanya tentang  destinasi  menarik  di  negeri  ini,  tak  sekali  pun  aku  menyebut  nama tempat  itu.  Alasannya  masuk  akal.  Pengetahuanku  tentang  semenanjung  di ujung  barat  daya  Pulau  Jawa  itu  pun  sangat minim  jika  tidak  bisa  dikatakan nihil.  Nyatanya  tempat  itu  hanya  berjarak  tak  lebih  dari  250  kilometer  dariJakarta.
Padahal jika kita mau merunut ke belakang, ke dekade 60-an, daerah itu  sempat  ramai  dibicarakan. Kapal Minajaya,  tak  lain  dan  tak  bukan  adalah salah satu icon yang sempat membuat nama tempat itu lebih terdengar keluar. Melalui  pintu mana PKI memasukkan  senjata  ke  Indonesia? Dari Cina,  kapal penyelundup  senjata  untuk  pergerakan PKI  bergerak melewati  Selat Malaka, kemudian  menyusuri  pantai  barat  Sumatra.  Setelah  menyusuri  pantai  barat Pulau Jawa, kapal  tersebut karam ketika berlabuh di sebuah daerah  terpencil yang  secara  umum  disebut  Ujung  Genteng.  Tempat  karamnya  kapal penyelundup  senjata  itu  kemudian  diberi  nama  Teluk  Minajaya.  Setalah merdeka  Ujung  Genteng  sempat  menjadi  markas  TNI  AU  dan  AL  karena letaknya  yang  sangat  stretegi  mengawal  salah  satu  sudut  NKRI  yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Kembali ke era abad-abad awal Masehi Prabu Siliwangi dikisahkan pernah bersembunyi di sebuah goa di Ujung Genteng  dari  kejaran  musuhnya.  Juga  bagaimana  armada  laut  Jepang membangun  Dermaga  di  Ujung  Genteng  sebagai  pertahanan  dari  serangan sekutu  ketika  Perang  Dunia  II.  Terlepas  catatan  sejarah,  Ujung  Genteng memiliki potensi pariwisata yang sungguh menarik namun belum banyak digali dan  dikelola  secara  profesional.  Wisata  bahari  kelas  dunia,  wisata  geologi, cagar  alam  dan  suaka  margasatwa  bagi  salah  satu spesies  langka  di  dunia saat  ini:  Penyu  Hijau  (Chelonia  Mydas).  Tuhan  masih  mengizinkanku  untuk berkelana  agar  aku  bisa menemukan  ujung  yang  akan  membuatku  sadar bahwa Dialah ujung dari segala yang ada.

JIKA ANDA TERTARIK DENGAN PETUALANGAN DI UJUNG GENTENG…   SEGERA HUBUNGI KAMI!!!

Cerita ini hanyalah catatan perjalanan kami ketika mengunjungi Ujung Genteng. Anda harus melakukannya bersama kami!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s